Bagaimana Para Kultivator Menyimpan Data Tanpa Wi-Fi
Setiap dunia kultivasi (修仙 xiūxiān) memerlukan cara untuk mentransfer pengetahuan, dan jadeslips adalah jawaban yang pada dasarnya telah disepakati oleh hampir setiap penulis novel web. Anggap saja mereka sebagai flashdisk dunia abadi — kecil, tahan lama, dan mampu menyimpan jumlah informasi yang sangat banyak jika Anda memiliki energi spiritual untuk membacanya.
Jadeslip (玉简 yùjiǎn) biasanya adalah sepotong jade spiritual yang tipis, kira-kira seukuran jari, ke dalamnya seorang kultivator mengukir informasi secara langsung menggunakan indra ilahi mereka (神识 shénshí). Anda menekannya ke dahi, mendalami kesadaran Anda, dan tiba-tiba Anda sedang mengunduh teknik pedang yang membutuhkan waktu tiga ratus tahun untuk dikembangkan oleh seorang elder Jiwa Nascent (元婴 yuányīng). Ini sejujurnya salah satu bagian dari pembangunan dunia yang lebih elegan dalam fiksi xianxia, karena ini menyelesaikan masalah logistik yang nyata: bagaimana Anda menyimpan pengetahuan kultivasi selama ribuan tahun ketika kertas membusuk dan orang mati selama tribulasi (渡劫 dùjié)?
Mekanisme yang Tak Ada yang Sepakat
Di sinilah menjadi menarik — atau rumit, tergantung seberapa banyak Anda peduli tentang konsistensi. Novel yang berbeda menangani jadeslip dengan cara yang sangat berbeda.
Dalam I Shall Seal the Heavens, Meng Hao menemui jadeslip yang pada dasarnya hanya dapat dibaca. Anda mendapatkan informasi, dan itu saja. Tetapi dalam A Will Eternal, Bai Xiaochun menemukan jadeslip yang hampir interaktif, tidak hanya berisi teknik tetapi juga cap spiritual dari penciptanya. Beberapa novel memperlakukan jadeslip seperti unduhan sekali pakai: buka, serap isinya, dan jadeslip tersebut hancur. Yang lainnya membuatnya berfungsi lebih seperti buku perpustakaan yang dapat digunakan kembali.
Kualitas jade juga penting, setidaknya dalam novel yang memperhatikan detail ini. Jade berkualitas rendah mungkin hanya bisa menyimpan satu teknik. Jade spiritual berkualitas tinggi? Anda bisa memasukkan seluruh warisan sekte di dalamnya — setiap formasi array (阵法 zhènfǎ), setiap resep pil, setiap teknik rahasia yang terakumulasi selama sepuluh ribu tahun. Renegade Immortal karya Er Gen sebenarnya melakukan sesuatu yang cerdas dengan ini: Wang Lin menemukan jadeslip kuno dari sekte yang punah, dan informasi yang terdegradasi menjadi teka-teki yang harus dia rekonstruksi. Itu jauh lebih menarik daripada rutinitas "protagonis menemukan jadeslip sempurna di gua".
Jadeslips sebagai Alat Plot
Mari kita jujur — jadeslip ada terutama agar penulis dapat memberikan peningkatan kekuatan kepada protagonis dengan cara yang terasa sedikit lebih elegan daripada "seorang nenek tua misterius muncul dan mengajarinya segalanya." Setup klasiknya seperti ini:
1. Protagonis jatuh ke dalam reruntuhan kuno 2. Menemukan jadeslip di atas kerangka (selalu kerangka) 3. Jadeslip berisi teknik yang hilang yang kebetulan sempurna untuk situasi mereka 4. Protagonis bertransformasi dari sampah menjadi jenius dalam satu bab
Ini adalah trope, tentu saja, tetapi ketika dilakukannya dengan baik, itu berhasil. Penulis terbaik menggunakan jadeslip untuk menciptakan asimetri informasi. Dalam Pursuit of the Truth, Su Ming menemukan jadeslip yang hanya berisi potongan-potongan teknik...