Dual cultivation (双修, shuāngxiū) adalah salah satu topik yang membuat penggemar fiksi kultivasi merasa sangat tidak nyaman atau tertarik. Terkadang keduanya sekaligus. Konsep — dua kultivator yang berlatih bersama untuk mempercepat kemajuan mereka — terdengar cukup tidak bersalah. Namun dalam praktiknya, ini berkisar dari eksplorasi filosofis yang tulus hingga erotika yang nyaris tidak tersamarkan, dan garis antara keduanya seringkali kabur.
Mari kita uraikan ini.
Apa Arti Sebenarnya dari Dual Cultivation
Pada intinya, dual cultivation mengacu pada metode kultivasi apa pun yang memerlukan dua praktisi bekerja sama. Ide dasar adalah bahwa menggabungkan energi yang saling melengkapi — biasanya yin (阴, yīn) dan yang (阳, yáng) — menghasilkan hasil yang tidak dapat dicapai oleh salah satu kultivator sendirian.
Dalam fiksi kultivasi, ini mengambil beberapa bentuk:
| Tipe | Deskripsi | Perwakilan Umum | |-------------------------------|---------------------------------------------------------------|-------------------------------| | Dual cultivation tempur | Dua kultivator menyelaraskan teknik mereka dalam pertempuran | Biasanya platonis, fokus pada kerja sama tim | | Pertukaran energi | Pasangan mengalirkan qi antara tubuh mereka | Bisa platonis atau romantis | | Resonansi emosional | Kultivasi pasangan diuntungkan dari ikatan emosional | Hampir selalu romantis | | Dual cultivation fisik | Pasangan bercultivasi melalui keintiman fisik | Secara eksplisit romantis/seksual | | Pengikatan jiwa | Pasangan menggabungkan aspek jiwa mereka | Bentuk terdalam dan paling permanen |Kontroversi muncul dari dua kategori terakhir, yang sering digunakan sebagai perangkat plot untuk membawa karakter ke tempat tidur bersama. "Kita harus dual cultivation untuk bertahan hidup dari racun/terobosan/ujian ini” adalah salah satu tropos paling berlebihan dari genre ini. Ini setara dengan fiksi kultivasi dari "hanya ada satu tempat tidur di penginapan."
Akar Daois
Dual cultivation bukanlah penemuan novel web. Ini memiliki akar yang nyata dalam praktik Daois, khususnya dalam tradisi fangzhongshu (房中术, fángzhōng shù), yang secara harfiah berarti "seni kamar tidur." Ini adalah praktik seksual yang didokumentasikan dalam teks yang berasal dari setidaknya dinasti Han (206 SM-220 M).
Teks sutra Mawangdui (马王堆帛书, Mǎwángduī bóshū), yang ditemukan di sebuah makam dari 168 SM, mencakup manual tentang kultivasi seksual yang menggambarkan bagaimana pria dan wanita dapat bertukar esensi vital untuk mempromosikan kesehatan dan umur panjang. Ishimpo (医心方), sebuah teks medis Jepang dari 984 M yang melestarikan banyak sumber Tiongkok yang hilang, berisi deskripsi rinci tentang praktik-praktik ini.
Filosofi yang mendasarinya sederhana: pria memiliki energi yang melimpah, wanita memiliki energi yin yang melimpah, dan pertukaran energi ini selama keintiman menciptakan keadaan seimbang yang mendukung kultivasi. Huangdi Neijing (黄帝内经, Huángdì Nèijīng), teks dasar pengobatan Tiongkok, membahas keseimbangan yin-yang sebagai hal yang penting untuk kesehatan, meskipun tidak secara khusus mendukung kultivasi seksual.
Penting untuk dicatat: fangzhongshu historis sering kali bersifat eksploitatif. Banyak teks yang fokus pada bagaimana pria dapat "memanen" energi yin dari wanita untuk memperpanjang kehidupan mereka,